Home » »

Posted by SASTRADIRI on Selasa, 22 Agustus 2023

manusia, makhluk kecil dengan keinginan tak terbatas, hanya dirinya yang mampu membatasi keinginannya, membatasi dirinya. makhluk kecil, manusia hanya laksana butiran titik di semesta ini, seperti yang lainnya, makhluk hidup lainnya, manusia ialah makhluk yang berbekal kemampuan tumbuh dan berkembang. terus berkembang yang melahirkan kemampuan derivatif-simetris, inilah kemampuan beradaptasi, kemampuan untuk mampu menyesuaikan diri dan linkungan, untuk memastikan keberlangsungan spesiesnya. respon adaptasi manusialah, yang mengevolusi fisik manusia, juga mengevolusi budinya. kemudian pelan dan pasti, evolusi budi manusia mampu memikirkan dirinya, mampu memikirkan diluar dirinya, menciptakan konsep jembatan, muncul antara konsep dirinya dan konsep tentang luar dirinya. berkembangnya konsep dalam jalan budi manusia,  lebih banyak daripada spesies lain, lebih cepat dia menemukan konsep-konsep. melimpahkan proses-fikir-operasional kepada fisik nya, menghantarkan  manusia menjadi makhluk yang paling dominan mengartikulasikan kejadian semesta ini. dialah yang akhirnya mendominasi makna kehidupan semesta ini. manusialah yang mengkreasi cerita semesta ini untuk spesiesnya. sampailah manusia, menjadi cerita utama semesta ini.










jembatan pikiran dilipatkan lagi saat dia menemukan dirinya di koagulan manusia-manusia, manusia mengenali masalah, mengenali perbedaan yang perlu disamakan, menjadi kekuatan manusia bersama, mengenali dampak, mengenali hasil reward dan punishmen. mengenal kompromi dan kolaborasi.

kemampuannya mencipta sungguh luar biasa, dialah pewaris sempurna sifat tuhan yang maha pencipta. karya manusia melampaui kemampuan manusia itu sendiri, peradaban yang dibangun manusia sungguh mencengangkan. karyanya mampu menjadikan manusia makhlukpaling unggul dipalnet ini. diantara makhluk lain, hewan dan tumbuhan, manusia memiliki fisiologis paling sempurna, juga paling rentan di dalam alam yang ekstrim. ketrampilan dan kecerdasan manusia menolongnya membuat karya yang membantu perjalanan hidupnya. sedangkan hewan mampu bertahan di tempat ekstrim karena keunggunal fisiologisnya. manusia tidak punya bisa, manusia tidak sekuat tenaga gajah, tidak sekencang lari cheetah, tapi manusia mampu mengendalikan semua hewan-hewan ini. tak lain, karena evolusi kecerdasan dan ketrampilannya yang terus bertumbuh, tak terhentikan, tak ada yang tau sampai kemana imajinasi manusia mengkreasi. karena imajinasinya adalah batasnya manusia akan mencipta.   

Konon kecerdasan yang dimiliki manusia berasal dari kecerdasan bahasa, kemapuannya mengartikulasikan seluruh benda dan konsep, mendialogkan nama dan konsep itu dengan sesama manusia menjadikan kerjasama manusia menjadi kompleks, penuh makna. 


.comment-content a {display: none;}